Khusyuk dalam Putih: Penyatuan Pasemetonan Tegeh Kori di Galungan 2025

 

Singaraja – Langit cerah menaungi kawasan Banjar Paketan pada Rabu pagi (19/11/2025). Di balik tembok penyengker Pura Panti Tegeh Kori, aroma dupa yang menyengat menyeruak tebal, bercampur dengan aroma tanah yang masih basah sisa hujan semalam. Hari itu, suasana tidak seperti biasanya; ada getaran spiritual yang lebih pekat menyelimuti perayaan Galungan di wilayah ini.

Sekitar 50 orang warga yang tergabung dalam Pasemetonan Benculuk Arya Tegeh Kori telah memadati area pura sejak matahari mulai meninggi. Dominasi warna putih dari busana adat yang dikenakan warga menciptakan kontras yang anggun dengan ornamen bata merah pura.

Suara genta yang diputar Jero Mangku terdengar ritmis, memecah keheningan pagi, bersahut-sahutan dengan kidung suci yang dilantunkan sayup-sayup. Sesekali, terdengar rengekan kecil anak-anak balita yang turut diajak orang tuanya, namun hal itu justru menambah nuansa kekeluargaan yang hangat, alih-alih mengganggu kekhusyukan.

Rangkaian persembahyangan berjalan dengan tertib. Para pemedek (umat) tampak silih berganti menghaturkan banten, mengangkat dupa di atas ubun-ubun, merapalkan mantra sebagai wujud syukur atas kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kebatilan).

Ada pemandangan berbeda yang membuat Galungan kali ini terasa lebih bermakna. Jero Gede I Gede Ngurah Arya Sastrawan, SE., selaku tokoh adat setempat, tak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat antusiasme semeton yang hadir. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar ritual rutin enam bulanan, melainkan sebuah reuni spiritual keluarga besar.

"Untuk Galungan tahun ini terasa sangat spesial. Seluruh Pasemetonan Benculuk Arya Tegeh Kori hadir lengkap dan sangat khusyuk mengikuti persembahyangan. Rasanya damai melihat semua berkumpul," ujar Jero Gede usai prosesi persembahyangan.

Kehadiran penuh anggota pasemetonan ini menjadi simbol kuatnya ikatan menyama braya (persaudaraan) di Banjar Paketan. Perayaan Galungan di Pura Panti Tegeh Kori hari itu ditutup dengan nunas tirta (memohon air suci) bersama, menandai lahirnya harapan baru dan hati yang bersih bagi seluruh warga yang hadir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Posyandu Remaja Kini Hadir untuk Generasi muda yang Lebih sehat

Blue Lagoon, Surga Tersembunyi di Dasar Lembah Desa Ambengan

Rektor Instiki 'Dorong' Mahasiswa 'Nyemplung' Jadi Pengusaha: "Kalian Elang, Kenapa Cita-citanya Ayam?"