Postingan

Khusyuk dalam Putih: Penyatuan Pasemetonan Tegeh Kori di Galungan 2025

Gambar
  Singaraja  – Langit cerah menaungi kawasan Banjar Paketan pada Rabu pagi (19/11/2025). Di balik tembok penyengker Pura Panti Tegeh Kori, aroma dupa yang menyengat menyeruak tebal, bercampur dengan aroma tanah yang masih basah sisa hujan semalam. Hari itu, suasana tidak seperti biasanya; ada getaran spiritual yang lebih pekat menyelimuti perayaan Galungan di wilayah ini. Sekitar 50 orang warga yang tergabung dalam Pasemetonan Benculuk Arya Tegeh Kori telah memadati area pura sejak matahari mulai meninggi. Dominasi warna putih dari busana adat yang dikenakan warga menciptakan kontras yang anggun dengan ornamen bata merah pura. Suara genta yang diputar Jero Mangku terdengar ritmis, memecah keheningan pagi, bersahut-sahutan dengan kidung suci yang dilantunkan sayup-sayup. Sesekali, terdengar rengekan kecil anak-anak balita yang turut diajak orang tuanya, namun hal itu justru menambah nuansa kekeluargaan yang hangat, alih-alih mengganggu kekhusyukan. Rangkaian persembahyangan ber...

Posyandu Remaja Kini Hadir untuk Generasi muda yang Lebih sehat

Gambar
       Suasana Sabtu pagi (15/11/2025) di Aula Kantor Lurah Paket Agung terasa berbeda dari biasanya. Jika biasanya akhir pekan identik dengan waktu bersantai atau sekadar scrolling media sosial di rumah, kali ini puluhan wajah segar memenuhi aula dengan semangat baru. Sebanyak kurang lebih 50 remaja dari berbagai sudut Kelurahan Paket Agung berkumpul untuk menjadi saksi sekaligus peserta dalam sejarah baru desa kita: peluncuran kegiatan Posyandu Remaja untuk pertama kalinya. Acara ini bukan sekadar formalitas belaka. Kehadiran Posyandu Remaja ini menjawab kebutuhan ruang bagi generasi muda untuk lebih peduli pada kesehatan mereka sendiri. Dibuka secara resmi oleh Lurah Paket Agung, Bapak I Putu Artawan, S.Sos, acara ini berlangsung hangat dan jauh dari kesan kaku. Yang membuat suasana semakin nyaman adalah kehadiran tenaga kesehatan yang ramah dan suportif. Bidan Desa, Ni Made Tatik Karisma Wati, bersama dr. Xena Pramesti Mahardika hadir langsung untuk memandu jal...

Rektor Instiki 'Dorong' Mahasiswa 'Nyemplung' Jadi Pengusaha: "Kalian Elang, Kenapa Cita-citanya Ayam?"

Gambar
Rektor Instiki 'Dorong' Mahasiswa 'Nyemplung' Jadi Pengusaha: "Kalian Elang, Kenapa Cita-citanya Ayam?" SINGARAJA – Suara tepuk tangan menggema di aula Undiksha pagi itu dalam sesi talk show karir dan kewirausahaan. Suasananya penuh energi, apalagi saat narasumber utama, Dr. I dewa Made Krisna Muku, ST., MT., naik ke panggung. Acara yang dipandu dengan apik oleh moderator Dr. Kade Wirahyuni ini tadinya diperkirakan akan menjadi seminar motivasi biasa. Namun, Rektor Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (Instiki) itu langsung mengubah suasana dengan gaya bicaranya yang meledak-ledak dan penuh cerita inspiratif. "Dari Undiksha Lahirkan Generasi Pengubah," begitu judul materi yang beliau bawa. Dan benar saja, beliau tampaknya bertekad "mengubah" pola pikir ratusan mahasiswa yang hadir hari itu. "Tamparan" Soal PNS Bapak Dewo Muku, yang lebih senang dipanggil Made Muku, tidak basa-basi. Beliau langsung memberikan "tamp...

X-East Billiard - Tempat Melepas penat dari Hiruk pikuk Kota

Gambar
Menikmati Serunya Bermain di X-East Billiard Dentuman lembut bola biliard yang saling bertemu selalu menjadi irama khas yang menenangkan bagi saya. Di bawah sorotan lampu yang menggantung seperti cahaya panggung, meja Biru itu seolah menjadi arena kecil tempat saya melupakan hiruk-pikuk dunia luar. Begitu langkah pertama menjejak lantai X-East Billiard & Café di Pemaron, tepat di sebelah barat PLTGU Pemaron, saya tahu tempat ini bukan sekadar ruang hiburan melainkan ruang pelarian yang menyenangkan dari rutinitas yang padat. Awalnya, saya datang ke tempat ini hanya karena ajakan teman. Namun, seperti bola putih yang perlahan menemukan jalannya menuju sasaran, saya pun menemukan kenyamanan di setiap sudut ruangan. X-East Billiard memiliki ruang yang luas dengan pencahayaan hangat, meja-mejanya bersih berbalut kain hijau yang tampak mewah, dan suasananya memadukan ketenangan dengan keceriaan. Tak heran, setiap akhir pekan tempat ini ramai oleh anak muda yang datang bukan hanya untuk ...

MANIK PRAPEN Warisan Kerajinan Perak di Beratan

Gambar
  MANIK PRAPEN Warisan Kerajinan Perak di Beratan           Di sebuah sudut Kelurahan Beratan, Buleleng, denting palu kecil terdengar berpadu dengan cahaya perak yang berkilauan. Suara itu datang dari sebuah bengkel sederhana, tempat Pande Putu Sudipta menekuni pekerjaannya sebagai perajin perak. Profesi ini bukanlah hal baru bagi keluarganya, melainkan warisan leluhur yang sudah turun-temurun dijaga.         Namun, jejak profesi ini kini kian jarang ditemui. Dari sekian banyak warga, hanya segelintir orang yang masih setia menggelutinya. Bahkan, jumlah perajin yang tersisa di Beratan hanya sekitar lima orang saja. Dari Tour Guide Menjadi Perajin Sudipta memulai usahanya sejak 2005. Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai pemandu wisata. Tapi hatinya terpanggil untuk kembali ke rumah, meneruskan usaha sang ayah yang telah lama menekuni kerajinan perak. Pilihannya ini bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga soal menjaga tradi...

Blue Lagoon, Surga Tersembunyi di Dasar Lembah Desa Ambengan

Gambar
  Blue Lagoon, Surga Tersembunyi di Dasar Lembah Desa Ambengan                Sebuah destinasi wisata alam tersembunyi, Blue Lagoon, menawarkan pesona air terjun dan kolam alami di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Berlokasi di dasar lembah dengan kedalaman sekitar 300 meter, objek wisata ini menyajikan suasana yang masih alami, bersih, dan belum banyak terjamah oleh pengunjung. Untuk mencapai lokasi utama, pengunjung harus mempersiapkan stamina untuk trekking menuruni ratusan anak tangga yang memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Meskipun perjalanan cukup melelahkan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan air terjun berukuran mini yang diapit oleh tebing-tebing tinggi yang diselimuti tumbuhan hijau. Sesuai dengan namanya, daya tarik utama tempat ini adalah airnya yang jernih dan berwarna kebiruan. Wisatawan dapat merasakan langsung kesegaran air dengan berenang di kolam alami yang terbentuk tepat di bawah ...

Pura Beji Sangsit: Jejak Peradaban Bali Kuno yang Tahan Lewat Arsitektur dan Ritual

Gambar
Pura Beji Sangsit : Jejak Peradaban Bali Kuno Pura Beji Sangsit, pura suci di Bali yang menonjolkan arsitektur kuno dan peranannya sebagai tempat pemujaan Dewi Sri serta lokasi upacara pujawali tiga kali setahun. Masyarakat Bali khususnya komunitas Hindu Bali , para pengunjung internasional yang tertarik pada arkeologi budaya .  Sejarah purba berakar pada masa lampau Bali; upacara pujawali berlangsung tiga kali dalam setahun (jadwal spesifik bervariasi menurut kalender Bali ). Beji Sangsit, lokasi di Bali yang menjadi pusat keagamaan dan budaya setempat. Pura ini menjadi simbol peradaban tinggi Bali lewat arsitektur kuno yang terjaga, serta sarana ritual untuk menghormati Dewi Sri. Melalui pemeliharaan situs , ukiran batu kuno, patung-patung era kolonial (termasuk patung dua orang Belanda yang terkenal), dan pelaksanaan upacara dengan tata cara pujawali secara rutin. Latar Belakang Budaya dan Warisan Bali dikenal dengan budaya agraris yang memayungi ritual dan upacara adat ...